Ambon — Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kota Ambon resmi berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Mengusung tema “Golkar Solid Indonesia Maju” dengan subtema “Memantapkan Konsolidasi, Memperkuat Komitmen Karya-Kekaryaan untuk Mewujudkan Kejayaan Bersama”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal sekaligus penataan arah perjuangan politik partai berlambang pohon beringin untuk lima tahun ke depan.
Musda X memiliki sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi dan pertanggungjawaban kinerja kepengurusan periode sebelumnya, perumusan kebijakan partai lima tahun mendatang, hingga proses pemilihan ketua baru secara demokratis dan bermartabat. Forum ini diharapkan mampu memperkuat ikatan antar kader, menyatukan potensi organisasi, dan menyusun langkah kerja yang lebih terarah ke depan. Pelaksanaan Musda X merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar serta Surat Keputusan DPD Partai Golkar Kota Ambon Nomor SK-02/DPD/PG/KA/IX/2026. Pembiayaan kegiatan bersumber dari anggaran partai serta dukungan tidak mengikat dari Pemerintah Kota Ambon dan pihak lainnya.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon, H. Elly Toisuta, S.Sos., menegaskan bahwa Musda X bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang pembaruan yang harus menjawab tantangan politik ke depan.
“Musda ini sesungguhnya adalah suatu pertaruhan konsep, gagasan, dan martabat Partai Golkar di Kota Ambon,” ujar Elly.
Ia menekankan pentingnya pembaruan strategi dan manajemen organisasi agar Golkar tetap relevan dan semakin dipercaya masyarakat. Terkait dinamika yang berkembang menjelang Musda, Elly menyatakan perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi internal, namun harus dikelola secara dewasa dan tetap berpedoman pada aturan partai. Perbedaan itu harus menjadi penguat, bukan pemecah belah.
“Kepentingan partai harus berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya. Elly berharap kepemimpinan baru nantinya mampu memperkuat jaringan hingga ke tingkat terbawah dan kembali menegaskan prinsip: “Suara rakyat adalah suara Golkar.” Ia juga menegaskan komitmen Golkar Kota Ambon untuk terus bersinergi mendukung pembangunan bersama Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Elly Toisuta.
Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Ridwan Marasabessy, yang membuka secara resmi kegiatan ini, mengajak seluruh kader meneladani semangat persaudaraan khas Maluku. Sejak didirikan pada 1964, Golkar tumbuh berkat kebersamaan, dan nilai itulah yang harus dijaga.
“Perbedaan pilihan dalam Musda adalah bagian dari dinamika demokrasi. Namun jangan sampai memecah belah keluarga besar Golkar,” ujar Ridwan. Ia mengingatkan, siapapun yang terpilih nanti, seluruh kader wajib kembali bersatu. “Tidak boleh ada kubu pemenang dan kubu yang kalah. Mari kita rapikan barisan, perkuat organisasi, dan rebut kembali kepercayaan rakyat,” ajaknya.
Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., dalam sambutannya memuji pelaksanaan Musda X dan menegaskan peran vital partai politik dalam kehidupan berdemokrasi. Partai politik bukan sekadar penampung aspirasi, tetapi juga berperan dalam pendidikan politik, kaderisasi, dan pengawasan jalannya pemerintahan.
“Pemerintah Kota Ambon tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa, termasuk Partai Golkar,” ungkap Bodewin. Ia berharap Golkar terus menjadi mitra strategis yang membantu mencari solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat.
Bodewin juga mengingatkan bahwa Musyawarah mufakat adalah jiwa demokrasi Indonesia sesuai Pancasila keempat. Soliditas, kata Bodewin, bukan sekadar slogan — ia harus terlihat dari kerja nyata, kepemimpinan yang inklusif, dan kemampuan menghadirkan manfaat bagi rakyat.
Musda X Partai Golkar Kota Ambon diharapkan tidak berhenti pada pergantian pimpinan. Konsolidasi internal harus diterjemahkan menjadi kinerja nyata. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah partai politik tidak diukur dari seberapa kuat mereka bersatu di dalam ruang rapat, melainkan seberapa besar manfaat yang mereka hadirkan untuk masyarakat yang dipercayai kepada mereka. tasya
















