Kadis Kesehatan Ambon: Cegah Stunting Harus Dimulai Sejak Dalam Kandungan, 1.000 Hari Pertama Kehidupan Menjadi Kunci Utama

Ambon1 views

AMBON, 21 Agustus 2026 — Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak boleh menunggu hingga anak lahir, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan dan difokuskan pada pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan pencegahan stunting yang menyasar ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Poka, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

 

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

“Kita tidak bicara soal stunting saat anak sudah besar. Kita bicara tentang 1.000 hari pertama kehidupan — dan itu jauh lebih penting dari apa pun,” tegas Norimarna dalam sambutannya.

 

Norimarna menjelaskan bahwa kondisi ibu selama kehamilan menjadi fondasi utama kualitas tumbuh kembang anak. Kekurangan energi, protein, vitamin, dan zat gizi lain pada ibu hamil berisiko melahirkan anak dengan pertumbuhan yang tidak optimal. Oleh karena itu, pemenuhan asupan gizi sejak masa kehamilan mutlak diperlukan.

 

“Kalau ibu mengalami kekurangan energi atau protein, anak pun akan menerima dampaknya. Karena itu, ibu hamil harus menjaga kesehatan, makan dengan baik, dan penuhi kebutuhan gizi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa suplemen saja tidak cukup — asupan makanan bergizi tetap menjadi fondasi utama. Keluarga pun diminta berperan aktif menyediakan pangan bernutrisi, bukan sekadar makanan yang mudah didapat.

 

Pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengikuti arahan tenaga kesehatan juga ditekankan agar kondisi ibu dan janin terpantau serta dapat segera diintervensi apabila ditemukan masalah.

 

“Jika kita perhatikan 1.000 hari pertama kehidupan dengan baik, sesungguhnya kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat untuk masa depan,” ungkap Norimarna. Ia menilai pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang bagi Kota Ambon, karena anak yang tumbuh sehat sejak dini akan menjadi generasi yang berkualitas.

 

Dalam kesempatan tersebut, Norimarna juga memberikan apresiasi tinggi kepada PT Pegadaian, POGI Wilayah Maluku, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor — mulai dari ibu hamil, keluarga, kader, organisasi profesi, hingga tokoh masyarakat.

 

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita butuh kerja sama semua pihak agar intervensi benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tandasnya.

 

Norimarna berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh keluarga akan pentingnya menjaga kesehatan dan gizi sejak masa kehamilan. “Harapan saya, anak-anak kita pada akhirnya tumbuh sehat dan bebas dari stunting,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed