Pengawal Gubernur Maluku Klarifikasi Ucapan “Monyet”, Sampaikan Permintaan Maaf kepada Mahasiswa

Ambon26 views

l

AMBON, Demokrasi Maluku : 18 Agustus 2026 ;; Pengawal pribadi Gubernur Maluku menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas ucapannya yang menyebut kata “monyet” saat menjalankan tugas pengamanan pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Ambon, Minggu (17/8/2026).

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah ucapan yang dilontarkan saat terjadi situasi tegang dengan sekelompok mahasiswa menuai perhatian publik. Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut merupakan kekeliruan dan tidak dimaksudkan untuk menghina maupun merendahkan mahasiswa.

Menurutnya, insiden terjadi setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI selesai. Saat itu, Gubernur Maluku hendak meninggalkan tribun menuju kendaraan. Tim pengamanan kemudian berupaya membuka jalur agar Gubernur dapat bergerak dengan aman dan lancar.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah orang, termasuk masyarakat dan awak media, berada di sekitar lokasi. Kemudian muncul sekelompok pemuda yang membawa spanduk, sementara salah seorang di antaranya membawa potongan bambu.

Sebagai petugas pengamanan, ia mengaku langsung memperhatikan kelompok tersebut karena berada di sekitar jalur yang akan dilalui Gubernur.

“Kami sebagai pengawal hanya menjalankan tugas. Kami meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang baik dan tidak mengganggu jalur yang akan dilalui pimpinan,” ujarnya.

Ia mengatakan, situasi tersebut kemudian membuat dirinya terpancing hingga mengeluarkan kata yang tidak semestinya disampaikan.

“Sebagai manusia biasa, saya akhirnya keceplosan mengucapkan kata yang tidak seharusnya saya sampaikan. Untuk itu saya meminta maaf,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya tidak memiliki maksud untuk menghina mahasiswa ataupun kelompok tertentu. Menurutnya, tindakan pengamanan dilakukan semata-mata untuk memastikan keselamatan Gubernur Maluku sebagai pejabat publik.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah berupaya membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan, kalau mereka ingin bertemu, saya akan fasilitasi. Silakan datang ke kantor. Saya bukan bermaksud menghalangi mereka untuk menyampaikan aspirasi,” jelasnya.

Menurutnya, setiap orang yang mendekati pimpinan dalam situasi pengamanan harus diperhatikan, terlebih ketika petugas belum mengetahui secara pasti identitas dan tujuan kelompok tersebut.

“Siapa saja yang datang mendekati pimpinan tentu harus kami perhatikan karena menyangkut keamanan beliau,” tegasnya.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan mahasiswa serta berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Saya datang ke sini untuk menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Saya tidak punya tujuan untuk menghina siapa pun. Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang ke persoalan lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan dialog.

“Saya berharap kita semua dapat mencari solusi yang baik. Tujuan saya adalah kedamaian. Kalau mereka ingin bertemu dan menyampaikan aspirasi, saya siap menerima,” pungkasnya.

Hingga klarifikasi disampaikan, pengawal Gubernur tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti identitas seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kejadian. Namun, ia menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dan siap memfasilitasi pertemuan guna menyelesaikan persoalan secara damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *