AMBON, 10 Agustus 2026 — Semarak peringatan HUT Kota Ambon dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Ambon semakin terasa. Pemerintah Kota Ambon melalui Kecamatan Sirimau menggelar Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Wali Kota Ambon.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dan diikuti tujuh kelompok peserta yang masing-masing beranggotakan 20 anak berusia 10 hingga 16 tahun dari jenjang SD, SMP, dan MTs.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan manajemen PT PLN Wilayah Maluku, Camat Sirimau, Tim Penggerak PKK Kecamatan Sirimau, para lurah, serta dewan guru.
Camat Sirimau, Aulia Wailulu, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kreativitas generasi muda melalui musik sekaligus menjaga identitas budaya Kota Ambon sebagai Ambon City of Music.
Menurutnya, jukulele memiliki posisi penting dalam kekayaan musik lokal sehingga perlu terus dikembangkan, terutama di kalangan generasi muda.
“Jukulele sebagai alat musik khas Ambon harus terus dikembangkan untuk membangun industri musik di Kota Ambon. Yang terpenting, kita semua memelihara jati diri budaya Kota Ambon,” ujar Aulia.
Festival Jukulele Kecamatan Sirimau Tahun 2026 merupakan hasil kerja sama Tim Penggerak PKK Kecamatan Sirimau dengan Ambon Office of Music. Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap musik dan budaya lokal sejak usia dini.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menegaskan bahwa status Kota Ambon sebagai City of Music yang ditetapkan UNESCO pada 2019 membawa tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat.
“Predikat tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan identitas dan tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan kekayaan musik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” kata Toisutta.
Ia menilai musik bagi masyarakat Ambon dan Maluku tidak sebatas hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, ekspresi budaya, sekaligus medium yang mampu memperkuat persaudaraan dan menyatukan masyarakat di tengah keberagaman.
Dalam konteks itu, Ely menyebut jukulele memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghasilkan karakter bunyi yang khas, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.
“Jukulele bukan sekadar alat musik tradisional yang menghasilkan nada unik, melainkan juga alat yang membawa kreativitas dan nilai budaya. Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah memberikan ruang bagi masyarakat dan anak-anak untuk mengekspresikan bakat mereka di bidang musik,” tuturnya.
Menurut Ely, Kecamatan Sirimau sebagai salah satu pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, sosial, dan budaya di Kota Ambon memiliki potensi masyarakat yang besar dan beragam. Karena itu, festival tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas generasi muda.
Ia menekankan, esensi Festival Jukulele bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kreativitas, memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, dan mempererat kebersamaan.
“Festival ini bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan sebagai ruang dan wahana untuk mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ely menyebut sedikitnya ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai melalui festival tersebut, yakni memperkuat potensi dan kreativitas musik lokal, memberikan ruang kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan serta karya terbaik mereka, dan membangun kebersamaan dalam rangka mengangkat musik Ambon ke tingkat nasional.
Pemerintah Kota Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga musik tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga dapat membuka ruang kreativitas dan peluang bagi generasi muda untuk berkembang.
Melalui Festival Jukulele Sirimau 2026, semangat Ambon City of Music kembali digaungkan dari tingkat kecamatan. Dari petikan senar dan suara anak-anak Ambon, budaya lokal diharapkan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan hingga ke panggung nasional.Tasya.P













