Brigjen TNI Luhut Marpaung: Bela Negara Dimulai dari Literasi Digital dan Menjaga Persatuan

TNI POLRI5 views

Brigjen TNI Luhut Marpaung: Bela Negara Dimulai dari Literasi Digital dan Menjaga Persatuan

AMBON – Ancaman terhadap bangsa Indonesia saat ini tidak lagi didominasi ancaman militer, tetapi juga ancaman nonmiliter seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga pengaruh negatif di ruang siber. Karena itu, penguatan nilai bela negara dinilai menjadi kunci membangun ketahanan masyarakat, terutama generasi muda.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI Luhut Marpaung dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara di Kota Ambon.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Ambon dan DPRD Kota Ambon dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Ambon dan Bapak Ketua DPRD Kota Ambon yang telah bersinergi erat dengan Kementerian Pertahanan RI untuk menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda di Kota Ambon,” ujarnya.

Brigjen Luhut menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru berupa derasnya arus informasi yang belum tentu benar. Masyarakat dituntut memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan.

Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Biasakan bertanya terlebih dahulu, apakah informasi ini benar dan bermanfaat. Jika tidak, jangan ikut menyebarkannya karena itulah yang sering menjadi sumber persoalan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan menjadi prajurit atau bergabung dalam institusi militer. Menurutnya, bela negara dapat diwujudkan melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga etika bermedia sosial, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi Kota Ambon yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya serta pernah mengalami konflik sosial di masa lalu, Brigjen Luhut menilai nilai toleransi harus terus dipelihara sebagai bentuk nyata implementasi bela negara.

“Persatuan, kesatuan, dan toleransi harus terus dijaga. Itulah wujud nyata bela negara yang harus diterapkan setiap saat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap generasi muda Ambon mampu menjadi duta bela negara sekaligus motor penggerak dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin bangsa sehingga harus dibekali karakter yang kuat, moral yang baik, serta kecintaan terhadap tanah air.

Selain itu, Brigjen Luhut menekankan pentingnya keteladanan dari seluruh elemen bangsa, mulai dari pejabat pemerintah hingga tokoh masyarakat. Menurutnya, contoh nyata merupakan cara paling efektif dalam menanamkan nilai bela negara kepada generasi penerus.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertahanan terus memperkuat pendidikan karakter melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satunya melalui program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang telah ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026.

Program tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, nasionalisme, dan nilai bela negara ke dalam sistem pendidikan nasional sehingga lahir generasi yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di era digital.tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *