AMBON – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon, Kamis (23/7/2026), menjadi momentum penuh harapan bagi lima anak binaan yang menerima remisi khusus dari pemerintah. Pengurangan masa pidana tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perubahan sikap, kedisiplinan, dan keberhasilan mereka mengikuti program pembinaan.
Kegiatan yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu dihadiri Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Melkias Wattimena, M.Si., bersama jajaran Kementerian Hukum dan HAM, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala LPKA Kelas II Ambon, unsur Kejaksaan, Pengadilan, Kementerian Agama, Muspika, tokoh masyarakat, orang tua anak binaan, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin menegaskan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan, memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa anak merupakan investasi terbesar bangsa yang harus dijaga, dibimbing, dan diberikan ruang untuk memperbaiki diri.
“Keberadaan anak-anak di sini bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, remisi khusus yang diberikan bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap anak binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani pembinaan.
“Masa lalu mungkin dipenuhi kesalahan, tetapi itu telah berlalu. Yang paling penting adalah apa yang kalian lakukan mulai hari ini. Kalian semua berhak mendapatkan kesempatan kedua,” katanya.
Bodewin mengajak para anak binaan untuk tidak terjebak dalam penyesalan, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran hidup. Ia juga mendorong mereka terus mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta membangun karakter agar kelak mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
Selain memberikan motivasi kepada anak binaan, Wali Kota turut mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dilaksanakan LPKA Kelas II Ambon, mulai dari pendidikan formal, pelatihan keterampilan, hingga pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan agar anak-anak dapat bangkit dan menata masa depannya.
“Kita harus terus mendampingi mereka. Dukungan keluarga, kasih sayang, dan kesempatan untuk berubah merupakan modal utama agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan membanggakan,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Bodewin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi dan membina anak-anak Indonesia tanpa diskriminasi. Ia berharap momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen semua pihak dalam menciptakan generasi yang beriman, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.Tasya





















