2026 : 5 RS, Puluhan Kampung Nelayan Merah Putih & Penyanggahnya, 2. 998 Bedah Rumah, Hingga Block Masela & MIP Sementara Berproses
Ambon, Demokrasi Maluku ; Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH.LLM menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tak menipu rakyat Maluku,hal ini disampaikan Hendrik Lewerissa dalam acara Halal Bi halal keluarga besar Nusalaut-Ambalauw (Nusamba), $elasa (14/04/2026) malam, berlangsung di Gedung Islamic Centre, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon-Provinsi Maluku.
Dihadapan kurang lebih seribu orang keluarga besar Nusamba tersebut, Hendrik yang maju bersama Abdullah Vanath dengan jargon Lawamena merebut kursi Maluku I & II Periode 2024-2029 mengemukakan , ” Saya tidak menipu rakyat, hati saya, hati pemerintah Provinsi Maluku bukan tidak peduli , Katong (kita) peduli , rencana bagus, master plan bagus, semua bagus tapi orang tatua (orang tua) katakan, mau ambil dari mana untuk bangun Maluku saat ini, ujarnya penuh tanya.
“Sebagaimana di ketahui dalam dua tahun anggaran ini sebagian besar anggaran ke daerah dipangkas”.
Lewerissa menambahkan, saat ini kita semua ada dalam situasi yang tidak mudah, kita harus berani bicara ini terbuka, kepada siapa saja, situasi dunia hari ini membuat ekonomi kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, kita rasakan itu secara nasional dan dampaknya secara lokal di Maluku dan pasti terasa sampai ke Nusalaut & Ambalauw .
Tetapi ketika kita menghadapi situasi seperti ini tak ada pilihan lain,hanya bisa bertahan , menyesuaikan diri dan harus melewati masa sulit ini dengan baik, percuma kalau kita harus mengeluh, tak ada manfaatnya, kalau kita harus komplain.
Keluhan orang-orang Nusalaut-Ambalauw, keluhan orang Maluku, keluhan orang Indonesia bahkan keluhan orang-orang di dunia ini , tidak akan mampu merubah situasi, karena situasi ini telah terjadi dan kita harus menghadapinya , karena itu Beta (saya) mau bilang untuk saudara samua, orang Basudara ( orang bersaudara) Nusamba. “Mari kita hadapi ini dengan kekuatan kita sebagai orang-orang yang beriman , orang-orang yang percaya bahwa TUHAN tidak akan biarkan kita lewati masa-masa sulit ini sendirian” .
Selanjutnya Hendrik katakan, hal ini penting disampaikan, sebagai gubernur sebagai pemimpin di daerah ini , karena cukup banyak kita janjikan kepada rakyat ketika ,berkpamye . Kalau kita belum bisa penuhi itu bukan kita menipu rakyat ,tidak, saya tidak menipu rakyat ,” tegas Lewerissa
Tahun 2026 .
Lebih lanjut gubernur sampaikan, sekalipun saat ini Indonesia mengalami efisiensi, namun pemerintah pusat punya perhatian yang luar biasa terhadap Maluku di bandingkan Provinsi lain di Indonesia Timur .
Perhatian tersebut antara lain ; di sektor pendidikan, ada revitalisasi SMK,SMA & SLB , dibidang kesehatan tahun 2025 , Maluku hanya mendapat satu pembangunan rumah sakit , yang di bangun di Namlea , kabupaten Buru , di tahun anggaran 2026 ada lima (5) rumah sakit bertaraf nasional yaknitipe B dan tipe C yang akan di bangun Namrole, Saumlaki, Tiakur, Dobo dan Kota Tual.
Hendrik menambahkan, di tahun 2025 Maluku hanya dapat dua (2) kampung nelayan merah putih , Di Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru dan Kota Tual namun di tahun 2026 Maluku dapat puluhan kampung nelayan merah putih dan kampung penyanggah merah putih , semoga Ambalauw juga masuk.
Tahun 2025 Maluku mendapat rehabilitasi rumah layak huni menjadi layak huni hanya 81 buah namun ditahun 2026 mendapat 2.998 rumah . ” Ini capaian yang luar biasa” .
Ditambahkannya, Selain itu kepada adik-adik dari Nusalaut- Ambalauw diminta untuk mempersiapkan diri menyambut Blok Masela dan MIP, Blok Masela akan menyerap kurang lebih 15.000 tenaga kerja , selain pendidikan formal dibutuhkan ketrampilan, seperti kursus las, kursus bengkel.kursus reparasi AC.
Jangan sampai dari 15 ribu itu tak ada satupun anak Nusalut-Ambaluw yang bekerja, jangan kita jadi penonton di negeri sendiri.
Selain Block Masela ada juga Maluku Integreated Port (MIP), beberapa waktu lalu pertemuan dengan bank dunia di Jakarta mereka mendukung penuh MIP. Tak mengapa di bangun di Kota Ambon.(Ritta E.Lekatompessy).
















