Sukacita Besar Bagi Maluku Kalau MIP masuk Blue Book

Ambon38 views

Gubernur : MIP Di Pulau Ambon Murni Hasil Pra Studi Kelayakan

Ambon, Demokrasi Maluku ; Rencana Pembangunan Maluku Integrated Porth (MIP) atau pelabuhan terintegrasi yang belakangan ini ramai diperbincangkan di media-media sosial baik Facebook, Whatshaap, termasuk beberapa media mainstream lantaran awalnya direncanakan dibangun di Waisarissa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) oleh pemerintah Provinsi Maluku yakni Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath sesuai dengam visi-misi pemerintah Provinsi Maluku yakni membangun / membuka sentral pertumbuhan ekonomi baru namun oleh partnership yang lebih layak di Pulau Ambon.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

“Saat ini sementara berproses , selaku pemerintah daerah telah menyurati Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memasukkan MIP ke dalam Blue Green (buku biru), kemudian dari buku biru ke Green Book (buku hijau), kalau sudah dibuku biru berarti sukacita besar bagi Maluku, apalagi kalau berpindah ke buku hijau, maka investor akan berbondong-bondong terlibat dalam.proyek itu karena negara menjamin,”demikian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH.LLM, pada konferensi pers yang digelar , Kamis (26/02/2026), berlangsung di ruang rapat Lantai II ,Kantor Gubernur Maluku, Jl.Sultan Hairun ,Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Menurut gubernur, Bappenas telah menjamin memasukkan MIP ke dalam blue book dan green book . Bappenas bahkan sudah melakukan surat-menyurat resmi dengan world bank (bank dunia) .

Bappenas memastikan apa yang menjadi persyaratan teknis akan didukung oleh Bappenas bahkan memberi jaminan memasukkan program ini di dalam blue book dan green book, urai gubernur.

Sebagaimana di ketahui bersama MIP merupakan janji dari dua (2) presiden sebelumnya yakni pak Presiden Susilo Bambang Yudoyono.(SBY), ketika Sail Banda dan pak presiden Joko Widodo dengan nama Ambon New Port, yang direncanakan dibangun di Waai dan Liang, Pulau Ambon, namun belum terealisasi, ujar Hendrik.

” Ketika saya dan wakil gubernur Maluku dilantik kami datang ke Bappenas, untuk.menyampaikan usulan rencana pembangunan Maluku New Port bukan Ambon New Port . Kami mengusulkan lokasinya di Waisarissa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) , karena dalam visi kami, kami berkeinginan mengurai pertumbuhan ekonomi, tidak saya terkonsentrasi di Pulau Ambon, tapi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Seram, dan juga pulau-pulau lainnya. Suatu tujuan yang baik dan mulia, itu pikiran kami . Itu baru usul (proposal) , apakah usulan itu serta-merta atau otomatis di terima oleh pemerintah pusat atau lembaga-lembaga di luar sana/ pihak swasta yang terlibat langsung dalam pembangunan itu atau world bank ?.

Khan tidak absolut, tidak otomatis, namanya juga usulan , bisa diterima dan bisa juga tidak diterima/ditolak. Kalau diterima pasti ada alasannya, kalau ditolak, pasti ada alasan pembenarannya. .
Alasan-alasan pembenaran itu yang secara teknis dapat dibenarkan, “ujar gubernur.

“Kami berproses, misalnya dengan bank dunia , dengan harapan proyek raksasa ini dapat terealisasi lewat dana APBN murni ataupun gabungan APBN dan swasta , karena tidak.mungkin di danai oleh APBD, karena fiskal kita terbatas , kalau pemerintah daerah terlibat, mungkin saja pada kerja-kerja partisipatif yang tak terlalu banyak mengeluarkan biaya seperti ; bernegosiasi dengan pemilik lahan untuk pembebasan lahan , berdialog dengan masyarakat yang terdampak .

Ternyata oleh lembaga swasta di luar sana juga word bank , berdasarkan pre feasibility study (pra studi kelayakan), Waisarissa untuk saat ini belum layak, yang paling ideal adalah Pulau Ambon. Ini kajian ilmiah mereka. Masa kita yang membutuhkan mereka , kita ngotot untuk ikuti kemauan kita, mereka pasti berhitung, ketika mereka menginvest, mereka harus untung bukan rugi,” ujar gubernur.

Ditambahkannya, Pulau Ambon layak karena beberapa alasan yakni ; Pulau Ambon memiliki fasilitas yang memadai seperti Bandara Pattimura dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, untuk mengeksport.

“Kalau di pulau Ambon rantai pasoknya pendek dan tidak menimbulkan cost yang tinggi, karena berdekatan dengan bandara Pattimura dan Pelabuhan Yos Sudarso, kalau di Pulau Seram (Waisarissa) usai pengepakan, harus diangkut lagi menuju Ambon ,ada tambahan biaya menimbulkan high cost, yang berakibat pada daya saing, karena itu para partnership lebih memilih Pulau Ambon,” kata dia pula.

Selain infrastruktur pendukung , jumlah penduduk Kota Ambon terbesar kedua setelah Maluku Tengah , ditambah dengan Salahutu dan Leihitu, ini merupakan pasar terbesar karena jumlah penduduk identik dengan pasar .

“Jadi pembangunan harus benar-benar dengan kajian ilmiah yang matang, tidak asal dibangun.

Gubernur mencontohkan ada beberapa proyek di Indonesia yang dibangun tanpa perencanaan yang matang seperti bandara Kertajati di Jawa Barat, akhirnya tidak bisa digunakan, Bandara tersebut ditinggalkan , demikian pula Bandara Silangit di Sumatera Utara, padahal menelan dana cukup besar” .

“Itu alasannya bukan menggiring opini, seolah-olah gubernur mengabaikan Seram , jangan dibawah ke sana isunya.

Bagi kami mau dibangun dimanapun di Banda, SBB, Aru, Tual, KKT, MB,SBT, Buru, Buru Selatan tak menjadi masalah yang penting di bangun di Maluku dengan demikian mimpi kita untuk punya pelabuhan terintegrasi yang menjadi pusat bagi distribusi logistik di kawasan Timur dan Pasific Selatan karena kita berada ditengah Indonesia Bagian Timur,” tegas Lewerissa

Selama ini kita hanya berharap pasokan dari Makasar dan Surabaya yang menyebabkan harga barang kita mahal.

“Jadi intinya bukan soal Waisairisa (Seram), Banda, Tual dan lainnya tapi soal kajian ilmiah dari lembaga yang akan membiayai program itu, murni hasil kajian ilmiah, soalnya disitu, “tegas dia pula..

Lebih jauh gubernur menghimbau , kalau merasa ada yang mengganjal ,silahkan datang bertanya langsung ke gubernur atau pemerintah provinsi Maluku, agar bisa dijelaskan, ujar dia pula. (Ritta E.Lekatompessy).

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *