Wawali Ambon Buka Workshop Business Fasibility Boltcamp Untuk BUMDES

Ambon18 views

Titioka Berharap Ada Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDES

Ambon, Demokrasi Maluku ; vWakil Walikota Ambon Elly Toisutta,S.Sos menghadiri dan membuka dengan resmi kegiatan Workshop Business Fasibility Boltcamp Untuk badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik , berlangsung di Pacific Hotel Kawasan Soya Kecil Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Selasa (24/02/2026).

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Ketika membaca sambutan tertulis Walikota Ambon ,Elly Toisuta wakil walikota Ambon mengemukakan,
BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan atau bersama-sama desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi f & produktivitas menyediakan jasa pelayanan dan atau menyediakan jenis usaha lainnya, untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam perkembangannya, membangun BUMDES bukan hanya sekedar dengan pemberian penyertaan modal bagi BUMDES yang didapat dari desa, masyarakat ataupun kerjasama dengan pihak ketiga, tetapi lebih dari itu, membangun juga membutuhkan kesiapan kelembagaan, baik dasar hukum , legalitas SDM yang jujur, kompeten dan profesional serta perencanaan usaha yang matang.

Berdasarkan potensi yang dimiliki dan juga takaran pentingnya butuh dukungan dari pemerintah Desa dan negeri BPD atau saniri maupun masyarakat secara umumnya.

“Kegiatan workshop ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola bumdes agar mampu menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur, profe sional dan berorientasi pada keberlanjutan di era persaingan dan dinamika ekonomi.

Saat ini BUMDES dituntut tidak hanya sekedar menjalankan usaha, tetapi juga memastikan bahwa setiap unit usaha yang dikembangkan benar-benar layak secara finansial, operasional dan pasar”.

“Peserta diharapkan dapat memahami pentingnya studi kelayakan bisnis mulai dari analisis pasar, aspek teknis, dapat mengambil keputusan usaha yang tepat, meminimalkan risiko kerugian, serta memaksimalkan potensi desa, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saya juga berharap kegiatan INDEP bukan sekedar pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang diskusi berbagai pengalaman serta membangun jejaring, kerjasama juga dengan pihak ketiga dan lainnya adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa.

” Saya juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lembaga pengembangan ekonomi dan Kebijakan Publik yang telah membantu pemerintah kota, lewat penyelenggaraan yang dilaksanakan hari ini . Semoga apa yang dilakukan hari dapat membawa manfaat ,agar BUMDES ke depan lebih baik dan lebih maju ,” demikian Toisutta.

Pada kesempatan yang sama Dr Bartje Titioka Ketua INDEP yang juga dosen Politeknik Negeri Ambon dalam keterangan persnya mengemukakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni (24-25 /02/2026) dengan empat pemateri yang akan memaparkan materi nya masing-masing dengan harapan semua direktur BUMDES & kepala desa memiliki kapasitas yang lebih meningkat lagi.

“Memang mereka sudah punya pengalaman dasar, sudah punya pengetahuan dasar, bahkan juga ada beberapa BUMDES yang sudah beroperasi, juga punya cerita sukses, untuk membangun diri dan itu usaha mereka, tapi kita tahu bersama di Ambon belum merata, sehingga kita memfasilitasi kegiatan ini supaya ada pemerataan & semua direktur memahami secara lebih baik dan matang lagi, secara profesional bagaimana mengelola satu unit bisnis yang bagus, yang punya komunitas usaha.

Kalau BUMDES disini karena entitasnya terdiri atas dua (2) orientasi yakni orientasi sosial dan orientasi bisnis, karena itu ujungnya nanti sampai pada bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan bagaimana juga kontribusi terhadap APDBdes, terutama karena kondisi hari ini, efisiensi, banyak desa juga mengeluh dan atas kebijakan yang hari-hari ini kita rasakan bersama

“Karena itu, ini momentum bagus bagi BUMDES terutama bagi kepala desa / raja, supaya bisa berkolaborasi, berkomunikasi bisa bekerja lebih optimal untuk membangun bisnis lewat BUMDES.

“Kita tidak boleh berbohong, kita bicara faktual karena INDEP ini rata-rata yang di pengurus semua ber latar belakang akademisi, jadi kita sudah terbiasa juga melakukan riset dan pengabdian masyarakat.

” Kita menemukan secara khusus di Ambon perkembangan BUMDES belum sesuai yang kita harapkan, masih jauh dari ekspektasi lah, ada beberapa BUMDES yang sudah bagus, sudah memberikan kontribusi, juga sudah ada sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama untuk rekrutmen tenaga kerja dari masyarakat desa setempat.

Ini Khan bagus dan yang sudah bagus ini, kita coba perlihara, kita tingkatkan, baru kita melakukan revitalisasi. Yang ingin maju kita flewat workshop ini, kita coba fasilitasi, lewat pemberian materi-materi yang sifatnya bukan cuma konsep dan teori tapi juga ada praktek dan simulasi “.

Intinya lewat acara Workshop ini ada peningkatan kapasitas dari para peserta dan juga Pimpinan atau Direktur BUMDES, dengan demikian dapat mengembangkan BUMDES kearah yang lebih maju dan lebih bermanfaat bagi desa/negeri, palungbtudak ada peningkatan, tidak stagnan, demikian Bartje .

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa ,Megy Lekatompessy, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM F Sigers ,para raja dan kades serta Direktur/ perwakilan BUMDES sebagai peserta .(Ritta.E.Lekatompessy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *