by

Pendidikan Formal GPM Disesuaikan Dengan Era Digitalisasi

Link Banner

 

Ketua Sinode Harapkan Orang Tua Berperan Aktif Dalam Pembelajaran Daring

Ambon, Demokrasi Malulu: Sinode GPM telah menyusun program pendidikan formil gereja yang disesuaikan dengan era digitalisasai, demikiian Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella kepada pers di sela-sela ramah tamah usai penabisan dan pengukuhan sebagai MPH Sinode GPM periode 2020-2025 yang berlangsung di gereja Maranatha Jl. Raya Pattimura Ambon.

“Kami telah membuat hingga 50 tahun ke depan, demikian Maspaitela.

“Saat ini memasuki era digitalisasi butuh peran aktif orang tua untuk mendampingi anak dalam pembelajaran,” kata dia pula

Menurutnya, GPM punya sistem pendidikan gereja formal yang selama ini sudah dituangkan dalam kurikulum pendidikan formal gereja, mulai dari SMTPI hingga katekesasi.

Dimana untuk SMTPI punya sistimnya sendiri, katekesasi juga punya kurikulum sendiri, baik pengasuh maupun pengajar katekesasi dibekali dengan pendidikan atau pelatihan sebelum pengasuh atau pengajar katekesasi mengajar anak-anak.

Untuk saat ini modelnya telah digodok dalam sidang kemarin, akan disesuaikan dengan situasi kekinian. “Muatannya lebih banyak pada pendidikan mental dan karakter”.

“Kalau saat ini masih menggunakan sistim yang lama, namun karena pendemi anak-anak lebih banyak hanya diberi materi ajar terutama untuk katekesasi sedangkan untuk anak sekolah minggu hampir semua anak2 di GPM ibadah dirumah bersama orang tua, hanya daerah yang zona hijau anak2 sekolah minggu boleh melakukan kegiatan di gereja bersama para pengasuh “. 

Setelah ini akan digunakan konsep kurikulum pendidikan formal gereja yang baru, demikian Maspaitela.

“Terkait pembelajaran lewat sekolah yang berani atau dinantikan terus anak dalam belajar, karena seluruh waktu anak dihabiskan dirumah, karena itu orang tua yang penting dalam mendampingi anak.

Ortu diharapkan sangat, untuk tidak mengabaikan anak, tidak mengizinkan anak belajar sendiri, karena ketika sistim diterapkan dengan penerapannya. tanpa anak -anak terlebih dahulu, 

“GPM punya konsep yang sudah dipersiapkan untuk satu abad ke depan. Bagaima menciptakan menciptakan GPM yang unggul “. 

Untuk saat ini, GPM lebih banyak menghimbau orang tua, lewat khotbah-khotbah atau pun renungan offline, pembobotannya lebih banyak kepada bagaimana orang tua mendampingi anak, siapkan anak dengan baik, berkomunikasi dengan anak soal pembelajaran daring,  karena era ini beda, era digitalisasi ini menuntut orang tua punya peran aktif, ” (Ritta. E. Lekatompessy).

Baca Juga  Di Maluku Sembuh 52, Kasus Baru Bertambah Tiga

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed