Polnam Genap 39 Tahun: Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, Berdaya Saing Hadapi Tantangan Zaman  

Daerah1 views

AMBON, 5 Oktober 2026 — Politeknik Negeri Ambon (Polnam), perguruan tinggi vokasi pertama di Provinsi Maluku, memperingati Dies Natalis ke-39 pada Senin (5/10/2026) di Aula Polnam. Mengusung tema “Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing”, peringatan ini menjadi momen refleksi sekaligus penegasan arah lembaga untuk mencetak lulusan berkualitas dan menjadi mitra nyata pembangunan daerah.

Upacara dihadiri oleh Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., Direktur Polnam Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng., perwakilan pemerintah, BUMN, dunia usaha dan industri, perbankan, lembaga penelitian, kepala sekolah, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Polnam.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Dalam sambutannya, Direktur Polnam menyampaikan bahwa usia 39 tahun bukan perjalanan singkat — berkat pengabdian para pendahulu, kerja keras seluruh keluarga besar Polnam, serta dukungan pemerintah dan mitra kerja sama, lembaga ini terus tumbuh hingga saat ini.

“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan arah dan budaya kerja kita bersama. Bersinergi dari dalam ke luar, berinovasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang menjawab kebutuhan nyata, lalu memastikan semua itu berdampak dirasakan — dari sinilah daya saing lahir,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan: mahasiswa siap kerja, industri mendapat tenaga kompeten, pemerintah mendapat dukungan riset, dan masyarakat mendapat solusi. Lulusan Polnam diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Polnam juga berkomitmen bertransformasi dari sekadar penerima dukungan menjadi mitra pembangunan sejajar, dengan membuka ruang kolaborasi magang industri, penelitian bersama, dan pengabdian masyarakat yang saling menguntungkan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyambut baik peringatan ini dan menekankan bahwa sejak 5 Oktober 1987, Polnam berdiri sebagai pelopor pendidikan vokasi di Maluku — posisi yang sangat strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul.

“Usia 39 tahun adalah masa paling produktif, masa di mana segala potensi terbaik dapat dikukuhkan. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman: transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, dinamika ekonomi. Jika lambat beradaptasi, kita tertinggal,” tegasnya.

Ia menguraikan makna tema tersebut:

– Bersinergi → menyatukan kekuatan, tidak berjalan sendiri-sendiri;

– Berinovasi → terus bergerak agar tidak tertinggal;

– Berdampak → lulusan harus segera terserap kerja dan bermanfaat nyata;

– Berdaya Saing → mampu berjaya di mana pun berada.

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen memperkuat kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, sistem penelitian, serta memperluas kerja sama yang telah terjalin — termasuk di Tawiri, Lutong, hingga kolaborasi terkait pengelolaan lingkungan dan sampah.

“Tiga pilar perguruan tinggi harus berjalan seimbang: pendidikan mencetak manusia berkarakter, penelitian melahirkan solusi teknologi, pengabdian memastikan ilmu turun menjawab kebutuhan masyarakat,” pesan Wali Kota.

Di akhir acara, seluruh pihak sepakat menjadikan Dies Natalis ke-39 ini sebagai titik tolak pembaruan: meninggalkan sekat antar unit, mengurangi rutinitas tanpa hasil, dan membangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi manfaat.

“Kita tidak sekadar menjadikan Polnam semakin besar, tetapi semakin bermutu, relevan, dipercaya, dan memberi dampak bagi Maluku dan Indonesia,” pungkas kedua pimpinan secara serempak.tasya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *