SOKSI Maluku Gelar Buka Puasa bersama , Santuni Anak Panti & Bantuan Sembako

Ambon9 views

Boy Siap Jadi Bagian Dari Pompes Hidayatullah

Ambon, Demokrasi Maluku ; Dewan Pimpinan Daerah (DEPIDAR) SOKSI Provinsi Maluku menggelar acara buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak-anak panti serta memberi bantuan sembako yakni satu ton beras dan minyak goreng kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Negeri Liang, berlangsung Sabtu (14/03/2026) , dikompleks Pondok Pesantren (Pompes) Hidayatullah Negeri Liang ,Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku .

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Acara diawali dengan dengan Pembacaan Kalam Ilahi oleh Abdul Lipuy, seorang anak yatim piatu di Pompes tersebut. Ditengah pembacaan Kalam Iahi, Abdul tak mampu menahan rasa harunya sehingga air matanya menetes, dan terhenti sebentar namun Abdul kemudian dapat menyelesaikan pbacaan Kalam Ilahi dengan suara merdunya.

Ketua DEPIDAR SOKSI Provinsi Maluku R.Boy Sangadji, SE mengawali sambutannya dengan meminta maaf karena acara Bukber ,pemberian santunan dan pemberian sembako , rencananya di gelar pada hari Kamis (12/03/2026) namun karena kondisi kesehatan terganggu sehingga , dirinya baru tiba di Ambon Sabtu pagi.

“Saya mohon maaf untuk Pimpinan Pompes, bapak/ibu Ustad dan Ustadja, serta anak2 Pompes sekalian, saya baru bisa hadir hari ini, karena kondisi kesehatan,sehingga tak bisa terbang dari Jakarta ke Ambon, hari ini baru bisa tiba di Ambon,’ ujar Boy.

Sekalipun kondisi kesehatan yang kurang mendukung namun karena janji saya, saya harus tepati, hari ini saya datang menemui bapak/ibu, anak-anak sekalian, menjelang idul Fitri, saya harus datang bersama-sama teman-teman baik dari SOKSI maupun Golkar Provinsi Maluku, Kota Ambon dan juga SBB.

“Pertama-tama, ajang ini adalah ajang silaturahmi, membagi zakat di bulan Ramadhan.Walauoun tidak seberapa, tetapi kita saling berbagi .Insya Allah ke depan , saya tidak berjanji, tapi Insya Allah , setiap saya di Ambon, saya akan kunjungan ke sini dan saya siap sebagai bagian dari saudara-saudara saya disini. Tadi saya sedih juga mendengar penuturan pak Ustad tapi Insya Allah ke depan kita dapat saling membantu, agar pesantren ini dapat berjalan secara baik, apalagi kalau soal makan saudara-saudara kita, sekali lagi saya tidak berjanji banyak , insya Allah , ujar Boy pula

Bulan Ramadhan, adalah bulan dimana kita diajak untuk untuk berempati terhadap sesama . Ini merupakan keterpanggilan bagi saya untuk melihat Pompes ini.

Pada kesempatan itu, Ustad Moh Ali, S.Pd,Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatulah Liang menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada DEPIDAR SOKSI Provinsi Maluku yang punya perhatian besar membantu kami di Panti.

“Situasi kami disini memang membutuhkan uluran tangan baik dari pemerintah maupun berbagai pihak karena selama ini kami bekerja secara mandiri demi untuk mendidik anak-anak kami disini, dengan apa yang ada dan serba terbatas tapi kami dengan rela mendidik anak2 disini, “ujar Ustad .

“Saat ini didalam gudang hanya ada 12 karung beras 50 kg, karena sekali lagi terima kasih untuk pak Boy, pak Subhan karena dengan apa yang di dapatkan hari ini, satu (1) ton beras , bisa untuk bekal makan kami semua untuk beberapa bulan ke depan .

Dalam acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama Ustad Ali Maskati dalam ceramah Ramadhan , menekankan pentingnya berpuasa untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap TUHAN Yang maha esa, ALLAH SWT.
Ustad Ali lebih banyak memberikan penguatan dan pengajaran bagi anak-anak panti untuk mempraktekkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari .

Ustad mencontohkan , orang yang tak punya agama (orang Atheis) hidupnya itu lebih teratur dan lebih disiplin, lebih jujur.
“Ustad mengatakan ketika dirinya berada di Korea , dirinya sengaja menjatuhkan dompetnya, karena dia mendengar informasi bahwa di Korea , kalau dompet hilang, akan kembali dengan utuh, dan itu benar terjadi, ketika sengaja menjatuhkan dompetnya, yang berjarak 400 Km dari tempat nginapnya , besok harinya dompetnya kembali utuh .
Padahal itu negara yang sebagian penduduknya Atheis (tak beragama).

Kalau kita disini atau di Indonesia belum tentu seperti itu, karena itu makna dari semua itu bagi kita semua terutama bagi anak-anak semua, kalau kita meyakini kita orang beragama kita harus menjalankan agama kita dengan baik, jujur, saling membantu, saling sayang satu dengan yang lain.

Pada acara tersebut diserahkan santunan dan bantuan baik untuk anak-anak Pompes tetapi juga kepada para pengajar (ustad dan Ustadja).

Selain Pengurus dan anggota SOKSI Provinsi Maluku dan Kita Ambon Hadir juga pengurus Golkar Provinsi Maluku. (Ritta . E. Lekatompessy ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *